Belajar, Berorganisasi, dan Dukungan Keluarga
Tasrifin, SE. | Ayahanda Septia Nurfadillah (Kelas 9.1)
Selama menempuh pendidikan di MTs Negeri 2 Tangerang, alhamdulillah, saya melihat anak saya menunjukkan perkembangan yang positif dari waktu ke waktu. Ia semakin aktif, baik dalam kegiatan akademis maupun nonakademis. Sebagai orang tua, tentu saya merasa bersyukur sekaligus terdorong untuk terus mendukungnya agar dapat menyalurkan potensi yang dimilikinya dengan baik. Dukungan itu kami berikan melalui komunikasi yang intensif, mendengarkan setiap ceritanya tentang aktivitas di sekolah, dan memberikan semangat agar ia tetap termotivasi.
Sejak awal, kami menanamkan pemahaman bahwa pendidikan nonakademik sama pentingnya dengan pendidikan akademik. Keduanya ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, setiap kali anak berhasil meraih prestasi, sekecil apa pun itu, kami selalu berusaha memberikan apresiasi.
Bentuk penghargaan ini sederhana, tetapi penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus motivasi dalam dirinya. Saya ingin ia mampu menyeimbangkan keduanya: unggul dalam akademik, tetapi juga terampil dalam aspek nonakademik.
Kami tidak menggunakan metode khusus dalam mendidik, namun berusaha menjaga kedekatan emosional dengannya. Komunikasi yang terbuka dan penuh perhatian menjadi kunci. Saya percaya, ketika anak merasa nyaman untuk bercerita dan berbagi pengalaman, maka ia akan tumbuh dengan kepercayaan diri yang lebih baik. Kami juga memberi kebebasan untuk berimprovisasi dalam kegiatan sekolah, selama masih dalam hal-hal yang positif. Tentu saja, kebebasan itu tetap kami sertai dengan pengawasan, agar arah yang ditempuhnya sesuai dengan nilai-nilai yang kami tanamkan.
Keterlibatannya dalam organi-sasi sekolah adalah sesuatu yang sangat kami dukung. Saya yakin, kegiatan semacam itu penting untuk membentuk mental, kemandirian, dan kemampuan sosial anak. Tantangan terbesar yang kami hadapi saat ini adalah mendampingi anak dalam masa transisi menuju remaja. Pada fase ini, anak memer-lukan ruang untuk didengar, di-pahami, dan didampingi. Maka, menjaga komunikasi yang hangat dan menjadi pendengar yang baik atas segala keluh kesahnya menjadi perhatian utama dalam keluarga kami.
Saya percaya, lingkungan keluarga merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter dan prestasi anak. Dengan menciptakan suasana rumah yang nyaman, penuh kasih sayang, dan saling mendukung, anak akan merasa bahwa keluarga adalah tempat pulang yang aman sekaligus sumber se-mangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Harapan saya sederhana, yaitu semoga anak dapat terus mengem-bangkan potensi yang dimilikinya, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Saya ingin ia memiliki ruang yang luas untuk ber-kreasi, berimprovisasi, dan meraih prestasi yang membanggakan.
Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih kepada MTs Negeri 2 Tangerang atas bimbingan dan kesempatan yang telah diberikan kepada anak kami. Semoga MTs Negeri 2 Tangerang senantiasa menjadi sekolah yang melahirkan generasi berprestasi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Share to :
MTs Negeri 2 Tangerang